Piknik Ilegal

Piknik Ilegal

 

Dikira aku tidak tahu bahwa kepergianku bersama anak-anakku membuat heboh seluruh sekolah. Ya namanya juga dunia, maka siapa yang memiliki banyak masa, mereka yang akan menang, menghakimi adalah sesuatu yang biasa, bergunjing seperti halnya makan camilan. Saat anak-anakku ingin berekreasi menghirup segarnya udara pantai..mereka menceritakannya kepadaku..Ibu, kami ingin berekreasi bersama..ayo kita satu kelas pergi jalan-jalan sebelum kami satu sama lain saling berpisah untuk menata hidup kami masing-masing..sebagai orang tua, aku ingin mewujudkan apa yang menjadi keinginan mereka..Baiklah anak-anakku, besok kita berkumpul untuk membicarakan rencana rekreasi kita..membicarakan apa saja yang harus kita persiapkan untuk perjalanan jauh kita..sekarang beristirahatlah..

 

Siang hari seusai makan siang, anak-anakku sudah berkumpul..mereka menunggu kedatanganku..Ketua kelas bilang, “bu, bolehkah saya yang memimpin rapat ini? ” tentu saja boleh Esti..

 

Anak-anak memutuskan bahwa kami akan berangkat hari Minggu pukul 08.00 waktu sekolah, hee..Kami menuju ke pantai dengan kendaraan yang tidak selazimnya..Aku memang tidak ingin anak-anakku kelelahan karena perjalanan jauh sehingga memang tidak aku perkenankan mereka pergi dengan motor dan kebetulan ada yang menawari kami untuk menyewakan truk..Pada hari Minggu tersebut memang ayah ibu dari muridku berencana rekreasi ke pantai dengan truk jadi sekalian saja bak belakang bisa dipakai untuk anak-anak sementara aku dan ibu dari muridku duduk di depan..

 

Piknik yang menyenangkan bagi aku dan anak-anakku..mengesankan..dan membuat kami semua senang..terlebih aku, aku melihat anak-anakku tumbuh menjadi anak-anak yang baik hati..betapa bahagianya hidupku..

 

Seusai rapat, anak-anakku mulai melaksanakan tugas..siapa saja yang bertugas membawa bekal makanan maka dia harus menyiapkannya, siapa yang bertugas survei tiket masuk pantai, dan tentu saja muridku yang memiliki truk punya tugas membicarakan dengan orang tuanya..dan aku sendiri bertugas menghadap ke Kepala Sekolah untuk memberitahukan perihal rencana kelas kami untuk piknik ke pantai, meminta izin, sekaligus meminta saran bagaimana baiknya agar kendaraan kami tetap aman saat kami tinggal di sekolah sementara kami seharian berekreasi ..serta tidak lupa aku sampaikan kepada Kepala Sekolah bahwa kami pergi dengan kendaraan yang tidak semestinya yaitu truk karena untuk menghemat biaya, juga sekalian dengan orang tua murid..

 

Kepala Sekolah dengan bijaksana menjawab bahwa silakan saja untuk mengawal anak-anak piknik menggunakan truk tapi berhati-hatilah dan kenakan helm karena truk bukan kendaraan untuk manusia melainkan barang jadi ikuti aturannya..saya  mengizinkan dan membolehkan, begitulah ucap Kepala Sekolah..Kepala Sekolah juga menyarankan agar aku menghubungi Kepala Tata Usaha agar  menugaskan bawahannya untuk menjaga sekolah saat ditinggal pergi..Terima kasih Ibu, ucapku..baiklah saya akan menghadap Kepala Tata Usaha untuk menyampaikan apa yang baru saja Ibu sarankan..

 

Aku kemudian menghadap ke Kepala TU..aku minta izin, lapor, dan menyampaikan pesan Kepala Sekolah…Kepala TU pun menerima dengan baik maksud kedatanganku dan menanggapinya..Baiklah Bu, saya akan menugaskan anak buah saya yang jaga pagi untuk menjaga sekolah serta kendaraan anak-anak dan anak buah saya yang jaga malam untuk membukakan gerbang  saat kalian pulang…tapi ingatkan saya sehari sebelum keberangkatan agar saya juga bisa mengingatkan anak buah saya yang bertugas..

 

Piknik kami berjalan lancar dan hari Senin aku bekerja seperti biasa dengan semangat baru dan bersama kenangan indahku dengan anak-anakku selama di pantai..Entah karena aku adalah orang yang  kurang peduli dan tidak peka atau karena aku adalah orang yang menganggap semua orang adalah baik..Aku tidak menyadari bahwa beberapa orang di sekolah membicarakan kepergianku bersama anak-anakku..Aku baru tahu saat ada temanku menghampiriku dan berkata hai Bu, tahukah kamu bahwa kamu sedang menjadi bahan pembicaraan..Akupun menjawab, apa yang mereka bicarakan tentang aku dan anak-anakku…Kamu pergi dan mengajak anak-anakmu tanpa meminta izin kepada Kesiswaan, mereka bilang piknik kamu ilegal..Akupun tertawa, kenapa beliau tidak menanyaiku..Ilegal dari mana, aku meminta izin Kepala Sekolah dua minggu sebelum keberangkatanku..Seharusnya beliau menegurku..bukan membicarakanku dibelakang…Baiklah Bu, terima kasih atas kebaikan hatimu memberitahuku..Kalau beliau tidak berkenan menegurku langsung, aku akan menghadap…siapa tahu beliau terinspirasi untuk menegurku dan tidak semata membicarakanku…

 

Akupun menghadap dan menyampaikan permohonan maaf karena tidak meminta izin kepada kesiswaan dan akupun menyampaikan bahwa piknikku bersama anak-anakku tercinta atas sepengetahuan dan seizin Kepala Sekolah..hehehe..nama Piknik Ilegal mohon untuk difikirkan, ucapku dalam hati..

 

Tapi ternyata nama piknik ilegal mampu membuatku tertawa, terima kasih untuk nama yang diberikan..semakin melengkapi kenangan indah piknikku bersama anak-anakku…

 

Akupun tidak berusaha mengklarifikasi kepada warga sekolah, hanya beberapa tentu saja…biarkan..karena merekapun tidak berusaha mengklarifikasi itu kepadaku..mereka hanya pandai berbicara di belakangku..aku hanya tersenyum karena aku mengetahui siapa sesungguhnya mereka…Cukup aku yang mengetahui perihal ini, aku tidak ingin anak-anakku tahu dan menebar kebencian di hati mereka…mereka adalah anak-anak yang berhati putih, mengasihi, dan terbiasa menghormati, serta jujur dan tidak senang menghakimi..karena itu yang selalu aku ajarkan kepada mereka…

 

 

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s