Kumpulan Puisi

KUMPULAN PUISI

Halaman ini berisi kumpulan puisi bebas..

——————– 

Semua Harapanku

Seandainya dia tahu..

Semua harapanku, sesungguhnya bukan untukku.

Memang aku berkata..

“Aku ingin dia mandiri”, tapi itu bukan untukku..

Untuk dia agar kelak tidak bergantung dengan siapapun.

Memang aku berkata..

“Aku ingin dia kuat”, tapi itu bukan untukku..

Untuk dia agar kelak mampu menghadapi kerasnya hidup.

Memang aku berkata..

“Aku ingin dia pantang menyerah”, tapi itu bukan untukku..

Untuk dia agar kelak mampu bangkit dalam hal terpuruk sekalipun.

Seandainya dia tahu..

Semua harapanku, sesungguhnya bukan untuk hidupku.

Seandainya dia tahu..

Aku hanya sedikit membantunya menata masa depan ..

dan membahagiakan orang tuanya.

(Rakhmayanti)

—————— 

Bunda

Terima kasih karena kau turut merasakan kesedihan dan suka citaku..

Terima kasih karena kau memahami janji-janjiku..

Terima kasih karena kau telah membuatku merasa siap menaklukkan segalanya..

..dan menjagaku hingga aku benar-benar mampu melakukannya.

Terima kasih karena kau selalu inginkan yang terbaik dari ku,

..menunjukkan yang terbaik pada ku, dan

…menyakini adanya hal-hal yang terbaik dalam diri ku.

Nasehat dan semangatmu kan hidup didalam hati mereka yang mencintaimu

Aku tidak bisa mengatakan dan mengungkapkannya dengan tepat,

tapi aku berharap kau tahu betapa aku mencintaimu ..BUNDA

(….)

 —–—–

Karena ini, Aku Ingin

Aku lelah mengerjakan yang terlihat oleh mereka,

Aku lelah menghasilkan yang terbaik yang terlihat oleh mereka..

Aku lelah melihat yang disudutkan,

Aku lelah mendengar gunjingan,

Aku lelah melihat mereka dengan topeng-topengnya.

Karena ini, aku ingin…

Mengerjakan yang tidak terlihat oleh mereka,

Mengerjakan yang terbaik namun tidak terlihat oleh mereka.

Karena ini, aku ingin…

Melihat, mendengar, mengamati..

Apa yang mereka katakan, apa yang mereka lakukan.

Karena ini, aku ingin…

Melihat, mendengar, mengamati..

Mereka tanpa topeng-topengnya.

(Rakhmayanti)

 —-——

Realita Fakta

Kami yang muda yang hanya bisa bekerja,

Kami yang muda yang hanya bisa berkarya,

Kami yang muda tempatnya salah,

Kami yang muda tempatnya alpa.

Kami yang muda yang tak melihat kearifan,

Kami yang muda yang tak melihat kebijaksanaan,

Kami yang muda yang tak melihat keteladanan,

Kami yang muda cukup diteladani, dibiarkan berkarya, dan diingatkan.

(Rakhmayanti)

 —————–

 

AKU

 Aku adalah aku

Aku senang melayani

Aku senang menyiapkan

Aku senang manata

Aku senang melihat mereka tampil

Aku senang melihat segalanya berjalan lancar

Aku adalah aku

Aku senang berada dibalik layar

Aku adalah aku

Hanya aku dan Tuhanku yang tahu

(Rakhmayanti)

  ——-———

 Ya, Lebih Baik

Saat penuh setelah sekian lama;

Saat kelelahan lapis demi lapis tersusun;

Saat aku hanya mengembalikan porsiku sebagaimana mestinya;

Saat itupulalah aku harus menutup mata, hati, dan telinga;

Berjalan baik atau tidak, aku peduli, tapi aku capek..

Aku diam, aku mengorbankan;

Aku diam, nantinya aku yang repot..

Pertentangan batin, saat bekerja tidak lagi dengan nyawa..

Pertentangan batin, saat bekerja tidak lagi dengan hati..

Ya, lebih baik, tidak lagi aku.

(Rakhmayanti)

——————

  Happy Mother’s Day

Hujan kau ingatkan aku tentang suatu rindu

Dimasa yang lalu, saat mimpi masih indah bersamamu..

Terbayang satu wajah penuh cinta penuh kasih

Terbayang satu wajah penuh kehangatan..

Allah izinkanlah aku bahagiakan dia..

Ku ingin lihat senyumannya menghiasi hatiku..

Kau Ibu, met hari Ibu..

(…)

———————

  Our Beloved Teacher

Being a great mother is a very hard role,

but you are the star for this one we know..

Thanks for apologize..that you gave for us.

(XII AK 2)

—————–

  Suaramu Mengalihkan Duniaku

Banyak bicara sedikit karya

Sedikit bicara sedikit karya

Sedikit bicara banyak karya

Banyak bicara banyak karya

Suaramu mengalihkan duniaku

Berbicaralah dengan lantang, maka langkahku semakin mantap

Berbicaralah dengan nyaring, maka berdiriku semakin kokoh

Tertawalah dengan keras, maka aku semakin anggun melenggang

Tertawalah dengan sinis, maka hatiku semakin peka untuk peduli

Sungguh..suaramu mengalihkan duniaku

(Rakhmayanti)

——–

Bersahabat dengan Tremor

Gerak bebas tak beraturan

Menghampiri tak mengenal waktu

Jari lentik bergetar halus dalam kesadaran

Dan otakpun tak mampu lagi memantau

Ada kala ibu jari kanan tak bisa menekan tuts HP qwerty

Kini aku menyadari, aku telah punya sahabat..

Ada saat jari jemari kanan lemas tak mampu memegang pensil

Kini aku menyadari, aku telah punya sahabat..

Ada waktu dimana ujung jari kesemutan..

Kini aku menyadari, aku telah punya sahabat

Tetap harus berkarya

Sehingga hidup menjadi berguna

Tetap harus berkarya

Sehingga waktu tidak sia-sia..

(Rakhmayanti)

 ——-

Senandung Cinta seorang Simbok

Dibenci dan dicaci adalah hal biasa..

Diberi gelar dan julukan tidak lagi membuat heran.

Tapi dialah orang pertama yang akan meraihmu..

Meraih tanganmu saat kamu jatuh dan tak mampu bangun.

Tapi dialah orang pertama yang akan menerimamu..

Menerimamu dengan segala kekurangan.

Ditolak dan diumpat adalah hal biasa..

Sumpah serapah yang hanya berani dibelakang tidak lagi membuat heran.

Sederhana, hanya ingin engkau mandiri..

Cukup sederhana, hanya ingin engkau menyadari kemampuanmu..

Sangat sederhana, hanya ingin yang terbaik bagi hidupmu.

Dibenci dan dicaci adalah risiko..

Risiko untuk cinta seorang simbok.

(Rakhmayanti)

——-

Waktu yang akan menjawabnya

Yang diperlukan adalah yang diam,

Yang dibutuhkan adalah yang sepaham,

Yang diinginkan adalah yang nurut.

Tapi aku tidak bisa diam, jika memang ada yang harus aku bagi dan katakan,

Tapi aku tidak bisa selalu sepaham, karena terkadang aku melihat dari sisi yang tidak sama darimu,

Tapi aku tidak bisa selalu nurut, kalau memang tidak realistis.

Jika semua diam, yang ada adalah baik..baik..dan baik.

Tidak pernah ada yang mengingatkan.

Jika semua sepaham, yang ada adalah iya..iya ….dan iya.

Tidak pernah ada yang mengajak melihat dari sisi yang lain.

Jika semua nurut, yang ada adalah dikira benar..benar..dan benar.

Tidak pernah ada yang memberimu pertimbangan.

Waktu yang akan menjawab..

(Rakhmayanti)

———-

Seolah-olah, seakan-akan

Seolah-olah, seakan-akan dalam pencapaian itu tak ada andilku.

Seolah-olah, seakan-akan tidak memerlukan diriku.

Tidakkah malu pada ucapan yang pernah dilontarkan?

Tidakkah malu pada sikap yang pernah dilakukan?

Tidakkah malu pada usia?

Seolah-olah, seakan-akan tidak akan bekerjasama denganku.

Seolah-olah, seakan-akan tidak akan memerlukan bantuanku.

Sebegitunya..seolah-olah, sekan-akan..

Sebuah generasi tidak perlu diteruskan..

Sebegitunya terhadap yang muda…

Seakan-akan sebuah generasi tidak perlu diteruskan.

(Rakhmayanti, 19 Januari 2014)

————–

PASAL 1, PASAL 2

Pasal 1, orang tua selalu benar..

Pasal 2, kalau tahu orang tua salah, ingat pasal 1.

Itu adalah ucapan anak temanku..

Itu adalah obrolan kakak beradik anak temanku.

Pasal 1, pasal 2..

Nyata dan kulihat buktinya.

Seiring bertambahnya usia,

Permintaan maaf mungkin telah habis.

Pasal 1, pasal 2..

Obrolan yang lucu sepertinya.

Karena lucunya,

Rasanya sampai mau menangis.

 Pasal 1, pasal 2..

Pembelajaran bagiku..

Bekal bagiku.

Menuju tua yang pasti,

Menuju tua yang tidak selalu benar,

Menuju tua yang tidak segan meminta maaf.

Pasal 1, pasal 2..

Pembelajaran bagiku..

Bekal bagiku.

Menuju tua yang pasti,

Menuju tua seperti orang tuaku.

(Rakhmayanti, 12 Februari 2014)

———-

BRKSK

Rasa yang sulit diungkapkan..

dalam rangkaian kata maupun nada..

Hanya ada rasa sesak di dada..

Berusaha menata sedemikian rupa..

agar tidak terbaca oleh siapa saja.

Tapi hati tetaplah hati..

Rasa nyeri tak dapat aku pungkiri..BRKSK

(Rakhmayanti)

—–

SEHARUSNYA..TETAPI

Seharusnya takut..

Seharusnya benci…

Seharusnya marah..

Seharusnya tidak suka…

Galak iya..

Judes iya..

Kaku iya..

Disiplin iya..

Tidak boleh begini..

Tidak boleh begitu..

Harus begini..

Harus begitu..

Tetapi apa yang terjadi,

Tak bisa di mengerti..

Tetapi itulah yang terjadi..

Saat hati bertemu hati.

(Rakhmayanti, X AK 2 013)

———

DIAM

Aku tutup rapat semua cerita

Aku simpan rapi semua yang aku dengar

Tidak akan aku bagi apa yang aku terima

Biarkan senyum yang mereka dapat

Biarkan ceria yang mereka terima

Biarkan energi positif yang ada

Aku tutup rapat mulutku

Aku buka lebar hatiku

Aku bentangkan tanganku

dan…

Aku hasilkan karyaku

(Rakhmayanti)

——-

AKU KIRA

Rentang waktu aku kira membuat mereka lupa..

Padatnya aktivitas aku kira membuat mereka tidak sempat..

Jauhnya jarak aku kira membuat mereka enggan..

Selalu ingat,

Selalu sempat

Selalu ada kejutan

Hanya bisa berterima kasih

Hanya bisa menempatkan mereka, dalam hati dan doa..

(Rakhmayanti, 18 Maret 2014,untuk Zaroh & Sari)

———

DASTER

Kamu nyaman dan menyejukkan

Setia menemaniku..

Direfleksi soreku, diistirahat malamku,

dan diproduktif pagiku.

Kamu sederhana..

Pasti tidak hanya aku yang suka.

Setia menemaniku..

Disaat berkarya dengan laptopku,

disaat berpetualang dengan buku-bukuku,

disaat santai dengan pasangan hidupku.

Kamu tidak pernah arogan dengan payet-payetmu..

Kamu tidak pernah merasa paling penting

sehingga harus berada di tumpukan paling atas.

Tapi kamu punya andil sangat besar

Aku tidak akan pernah tampil segar

Kalau tidak istirahat cukup denganmu.

Aku tidak akan pernah dapat berkarya diluar sana

Tanpa persiapan yang cukup bersamamu.

(Rakhmayanti)

——–

PEMIMPIN..,HEBATNYA TIADA TARA

Pemimpin, sepertinya dapat hidup tanpa anak buah..

Kesalahan yang dilakukan, diungkit sepanjang hayat.

Kecerobohan yang dilakukan, dijadikan bahan gunjingan.

Semua orang yang datang, akan mendapatkan ceritanya.

Tidak lelah apa?

Menyelesaikan tumpukan pekerjaan,

tidak semelelahkan melihatmu.

Tidak sadar apa?

Program-program itu tercapai karena andilnya

Pekerjaan menjadi ringan karena bantuannya

Pemimpin, hebatnya tiada tara..

Sampai bisa hidup tanpa anak buah.

(Rakhmayanti)

——-

BOSAN

Selalu merasa kegiatannya paling penting..

Bosan melihatnya.

Selalu mengadu..

Apa ya hanya itu bisanya.

Selalu membicarakan orang

Bosan melihatnya.

Selalu hanya berani dibelakang..

Ternyata hanya itu bisanya.

Pintar, hebat, cekatan..

Aku mengagumimu.

Pandai bergunjing dan mengadu..

Aku lebih mengagumimu.

Hebatnya, punya waktu lebih untuk itu..

(Rakhmayanti)

——ll

U**N

Tuhan, terima kasih..

Engkau membuat penampilanku keren..

Bleaching beberapa helai dari Mu

Sungguh membuatku keren

Tuhan, terima kasih..

Engkau membuatkan kunci untukku

Kunci asli dari Mu

Telah mengunci rapat mulutku.

Tuhan, terima kasih

Engkau membuatku berbeda..

Hati yang kudapat dari Mu

Membuatku berbeda dari yang lain.

(Rakhmayanti)

———-

?

Ing ngarso sung tulodho

Yang seperti apa si?

Ing madyo mangun karso

Contohnya bagaimana?

Tut wuri handayani

Yang bagaimana ya?

(Rakhmayanti)

 

MENGORBANKAN YANG BISA DIKORBANKAN

 

Untuk menunjukkan kekuatannya,

dibutuhkan seorang korban,

seorang korban yang bisa dikorbankan,

yang bisa dikorbankan dalam setiap kejadian.

 

Untuk menunjukkan eksistensi dirinya,

serta keteguhan pendiriannya,

dibutuhkan seorang korban,

seorang korban dari kalangan yang sama.

 

Untuk menunjukkan konsistensi ucapannya,

“semua orang dapat menggunakan pisau”,

dibutuhkan seorang  yang bisa dikorbankan,

yang bisa dikorbankan dengan tidak bergantian

(Rakhmayanti, 10 Maret 2015)

 

DARI RUANG KACA SIMBOK

Dari sana simbok ingat HP 3310,

game ular yang sambung menyambung,

tambah panjang seru tiada tara.

 

Dari sana simbok ingat dagelan Srimulat,

tapi sayang..

saat ini episodenya sudah tamat

 

Dari sana simbok ingat suara halilintar,

cetar membahana..

memekakkan telinga.

(Rakhmayanti, 10 Maret 2015)

 

 

8 Comments

  1. bu Rakhma …
    harii inii saya ucapkan “Happy Birthday”..
    moga panjang umur,sehat selalu,rejekiny lancar dan selalu di beri kebarokahan …amiin

    td nengok di skul bagi” kue sama anak XII Ak 2 kan bu…. buat saya mana ???? hehehehe😉

    kebetulan bu, ultah Qita samma ….🙂 😀 😛

    • Astridaaaaa..
      Terima kasih ucapan dan doanya buat b.rakhma. Amin yaa robbal ‘alamin, semoga Allah mengabulkannya🙂
      Hehehe, ketahuan dech sedang bagi2 kue, buat Astrida..eeehhm ada ga ya😀
      Kue dari anak XII AK 2, kemarin mereka memberikan surprise ke b.rakhma🙂
      Ultah kita sama…senangnya😀
      Happy Birthday juga untuk Astrida, semoga panjang umur, senantiasa dikaruniai kesehatan, diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Allah dalam meraih cita-citanya. Amin.
      Selamat ulang tahun ya Astrida cantik🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s