Lomba Guru Berprestasi

Guru adalah profesi yang sebaiknya memiliki empat kompetensi secara menyeluruh yaitu kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial. Sosok guru harus menguasai bidang keilmuan selaras dengan kompetensi yang dimilikinya dan senantiasa memperbaharui, meningkatkan, dan memperdalam bidang keilmuan tersebut seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Guru harus menguasai metode mengajar serta teknik mengajar sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dengan tetap menghargai perbedaan individu dari masing-masing peserta didik. Dari sisi kepribadian, guru merupakan pribadi yang sebaiknya dewasa, arif, bijak, tangguh, dan senantiasa bersahaja. Guru hendaknya dapat menjadi teladan yang baik bagi sekelilingnya, sehingga setiap tutur kata dan juga perbuatannya dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kompetensi sosial seorang guru tercermin dari caranya beradaptasi dengan lingkungan, caranya membawa diri dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, dan caranya berinteraksi dengan sesama guru, dengan atasan, maupun dengan orang tua siswa.

Pemilihan guru berprestasi adalah  kegiatan yang ditujukan untuk  mengangkat profesi guru sebagai profesi yang bermartabat, terhormat, dan mulia; meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru dalam pelaksanaan tugas profesionalnya; serta membangun komitmen mutu guru dan peningkatan mutu pendidikan maupun pembelajaran secara lebih merata. Pemilihan guru berprestasi merupakan pengembangan dari pemilihan guru teladan. Pemilihan guru teladan telah diadakan sejak tahun 1972 sampai dengan tahun 1997. Mulai tahun 1998 sampai dengan tahun 2001, pemilihan guru teladan diselenggarakan hanya sampai tingkat provinsi. Berdasarkan hasil evaluasi  dan masukan dari berbagai pihak, pemilihan guru teladan lebih diperluas cakupannya tidak hanya teladan tetapi juga prestasi dari guru itu sendiri, sehingga pemilihan guru teladan berganti menjadi pemilihan guru berprestasi. Sejak tahun 2002 dimulailah pemilihan guru berprestasi yang seleksinya dilaksanakan secara bertahap dari tingkat kecamatan, kabupaten/kotamadya, provinsi, sampai pada tingkat nasional.

Mempelajari juknis adalah langkah pertama sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Juknis akan diterbitkan oleh panitia penyelenggara setiap kali kegiatan diselenggarakan. Melalui blog ini saya lampirkan juknis Guru Berprestasi tahun 2013 sebagai referensi apabila teman-teman memerlukan. Langkah berikutnya adalah mengumpulkan portofolio selama menjadi guru. Tahap selanjutnya adalah tes tertulis. Pada tes tertulis, peserta pemilihan Guru Berprestasi mengerjakan tes pilihan ganda dengan materi seputar Permendiknas mengenai 8 SNP dan tes tertulis terkait dengan kemampuan pedagogik seperti membuat silabus dan RPP. Setelah itu tes wawancara dan presentasi. Pada sesi presentasi, guru diminta menyajikan tulisan singkat mengenai penerapan terbaik yang sudah dilakukan selama menjadi guru atau “best practice“. Tahun 2013, saya menjadi juara II untuk Guru Berprestasi tingkat Kota Yogyakarta kategori Guru SMK. Melalui tulisan ini saya berbagi untuk teman-teman yang akan mengikuti seleksi serupa di tahun-tahun yang akan datang.

PRESENTASI

BAB I BAB II BAB III

KOMPONEN PORTOFOLIO

PEDOMAN GURPRES SMK 2013

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s