Lomba Guru Kreatif se-Indonesia

LOMBA GURU KREATIF SE-INDONESIA

 

Lomba Guru Kreatif adalah lomba yang diadakan setiap empat tahun sekali oleh PT Marimas bekerjasama dengan Universitas Soegijopranata Semarang.  Tulisan ini saya tulis sebagai referensi bagi teman-teman yang akan mengikuti Lomba Guru Kreatif untuk periode yang akan datang.

 

Lomba Guru Kreatif se-Indonesia tahun 2010 kemarin mengambil tema “Pelayanan Sosial Guru pada Masyarakat dengan Memanfaatkan Kearifan Lokal”.  Lomba diawali dengan pengiriman proposal kegiatan. Sepuluh proposal kegiatan terpilih akan didanai oleh sponsor untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana telah diuraikan dalam proposal tersebut.

 

Lomba Guru Kreatif se-Indonesia 2010 dimaksudkan untuk mencari, memilih, dan memberikan penghargaan kepada  guru-guru yang kreatif  serta  memiliki kepekaan terhadap kearifan lokal. Juri berasal dari Sekretaris Dewan Pendidikan Propinsi Jawa Timur yaitu Prof. Dr. Anita Lee; Pengamat Pendidikan yaitu Darmaningtyas; dan Dik Doank selaku Pekerja Seni dan Sahabat Anak. Sasaran kegiatan adalah menumbuhkan kepedulian guru terhadap lingkungan sosial masyarakat serta mengajarkan nilai-nilai kepekaan tersebut kepada peserta didiknya.

 

Pada waktu kuliah, saya pernah bersama-sama dengan teman dari Sanata Dharma Yogyakarta mengadakan pendampingan belajar bagi siswa SD di Kampung Code “Romo Mangun”. Selama pendampingan belajar, saya melihat bahwa budaya Jawa sedikit terlihat luntur yakni nampak pada tutur bahasa anak-anak kepada orang tua, cara bercanda dengan teman, dan itu membuat saya prihatin. Perjuangan hidup yang keras dari orang tua mereka dan lingkungan tempat tinggal memiliki andil dalam membentuk kepribadian anak yang kemudian tercermin dalam perilaku mereka.

 

Kepala Sekolah menugaskan saya untuk mengikuti sosialisasi Lomba Guru Kreatif se-Indonesia tahun 2010. Pada waktu mendengarkan sosialisasi, saya teringat “Code” sehingga selama sosialisasi berlangsung, ide untuk pengabdian bagi masyarakat Code mengalir begitu saja dalam otak saya. Tanpa ragu saya memutuskan untuk mengikuti lomba ini.

 

Kecintaan saya terhadap kearifan lokal Jawa pada umumnya dan Yogyakarta pada khususnya berusaha saya wujudkan nyata pada anak-anak di “Code”. Saya mulai menulis proposal kegiatan yang saya beri judul “Menanamkan kembali Sikap Unggah-Ungguh (Sopan-santun) dan tata Krama (Etika) pada Anak-Anak Usia Sekolah Dasar melalui Kegiatan Dolanan serta Membatik guna Membangun Peradaban Kampung Code Utara Kota Baru Yogyakarta”.

 

Jika kebanyakan orang membangun dari sisi fisik, saya ingin membangun dari sisi manusianya, yaitu anak-anak dalam hal ini, karena mereka yang akan meneruskan sebuah budaya.

 

Saya dibantu Farida Qurniawati, S.Pd, anggota tim dari unsur guru. Bu Farida adalah guru bahasa Jawa yang juga sangat peduli terhadap pelestarian kearifan lokal sehingga dengan senang hati Bu Farida bergabung untuk  membantu saya dalam penyusunan proposal lomba.

 

Murid-murid saya libatkan dalam kegiatan ini karena selain untuk anak-anak di kampung Code, saya juga ingin anak-anak murid saya sendiri memiliki kepedulian terhadap budayanya. Saya mengajari mereka dengan cara melibatkan mereka dalam kegiatan saya. Bu Farida dan anak-anak inilah yang dengan caranya mensupport saya, membantu semua kegiatan saya, dan memberikan  saya banyak doa. Anak-anak senang gurunya memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan budaya lokal, dibalik itu semua, saya jauh merasa senang dan berbangga kepada anak-anak saya, karena mereka mampu mengambil pembelajaran dari kegiatan yang mereka lakukan.

 

Nama Siswa

Kelas

Nama Siswa

Kelas

Bayu Eko N 

XII Keuangan1 

Anita Retno

XII Perkantoran 1

Elqi Farisrasyad

XII Keuangan1

Anita Marsha

XII Perkantoran 1

Nurdin Khaelani

XII Keuangan1

Ismayanti

XII Perkantoran 2

Sri Mulyaningsih

XII Keuangan2

Novielita I

XII Perkantoran 2

Umi Kulsum N

XII Keuangan 2

Iif Fajarof F

XII Tata Niaga 1

Widya Pangestika

XII Keuangan 2

Ika Ismawati

XII Tata Niaga 1

Sarwendah Puji

XII Keuangan 2

Vevri P

XII Tata Niaga 2

 

Virantri

XII Tata Niaga 2

 

Proposal saya tidak masuk dalam nominasi sepuluh besar sehingga kegiatan kami tidak jadi berlangsung. sampai dengan sekarang, saya tetap ingin merealisasikan kegiatan saya untuk anak-anak di Code. Fisik, sarana, dan prasarana telah dibangun dengan baik, saya ingin menyempurnakannya dari sisi yang lain, yaitu dari sisi manusianya. Membutuhkan banyak waktu untuk saya mencari sponsor dana, tapi saya tetap berharap, saya bisa mewujudkan kegiatan ini suatu saat.

 

PROPOSAL LOMBA KLIK DISINI Proposal Lomba

 

 

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s