Uji Sertifikasi Profesi Teknisi Akuntansi

MENINGKATKAN MUTU DAN NILAI JUAL TAMATAN

PROGRAM KEAHLIAN KEUANGAN

DENGAN UJI SERTIFIKASI

LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI TEKNISI AKUNTANSI (LSP-TA)

 

Sekolah sebagai institusi pendidikan formal membekali siswa dengan pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skills)  yang dikelola sedemikian rupa melalui pembelajaran teori, pembelajaran praktik di sekolah, dan praktik di dunia usaha/ dunia industri. Proses pembelajaran bertujuan untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan memiliki daya saing tinggi. Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing tinggi diharapkan mampu terserap di dunia kerja maupun kreatif dalam melihat peluang usaha sehingga dapat meminimalkan angka pengangguran.

 

Program Keahlian Keuangan – Kompetensi Keahlian Akuntansi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) Yogyakarta sebagai pencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempunyai keahlian tingkat menengah di bidang Akuntansi, berupaya untuk selalu meningkatkan mutu tamatannya selaras dengan kebutuhan dunia usaha/ dunia industri. Salah satu cara untuk meningkatkan mutu tamatan dilakukan melalui uji sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Teknisi Akuntansi.

 

Uji sertifikasi dilaksanakan untuk mengukur tingkat penguasaan kompetensi siswa di Program Keahlian Keuangan. Pelaksanaan uji sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Teknisi Akuntansi dimaksudkan agar hasil uji tingkat penguasaan kompetensi siswa memiliki standardisasi yang diakui secara nasional. Hasil uji yang memiliki standardisasi dan dibuktikan dengan sertifikat kompetensi diharapkan dapat meningkatkan mutu dan nilai jual tamatan Program Keahlian Akuntansi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Yogyakarta.

 

Pelaksanaan uji sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Teknisi Akuntansi selain dapat meningkatkan mutu dan nilai jual tamatan diharapkan juga dapat mengefektifkan Tempat Uji Kompetensi Akuntansi (TUK) SMK Negeri 1 Yogyakarta.

 

Tujuan diselenggarakannya uji sertifikasi akuntansi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)   Teknisi Akuntansi adalah:

Membekali siswa dengan sertifikat kompetensi yang  diharapkan dapat meningkatkan mutu  dan nilai jual tamatan.

Mengefektifkan Tempat Uji Kompetensi (TUK) guna memaksimalkan nilai akreditasi sekolah.

Pencapaian profil sekolah untuk menuju SMK berstandar internasional.

 

Waktu pelaksanaan Senin dan Selasa/ 2 dan 3 Mei 2011 bertempat di Tempat Uji Kompetensi Akuntansi (TUK) SMKN 1 Yogyakarta. Peserta uji berjumlah 68 orang yang berasal dari siswa  kelas  XII  Akuntansi 1 dan 2 serta umum. Kontribusi peserta uji Rp 350.000,00 perorang.

 

Jadwal kegiatan, klik disini Jadwal Uji LSP TUK SMK Negeri 1 Yogyakarta

Penugasan assesor dan pembagian peserta uji, klik disini Penugasan assesor dan pembagian peserta uji

Formulir permohonan sertifikasi, klik disini Formulir Permohonan Sertifikasi

Asesmen mandiri, klik disini Asesmen Mandiri

About these ads

2 Comments

  1. Yth. Ibu Rakhmayanti
    Dengan hormat,
    saya mau tanya :
    1. Apa manfaat ikut Uji Sertifikasi Profesi Teknisi Akuntansi ?
    2. Saya mempunyai kantor konsultan Manajemen & Akuntansi, apa bisa saya (kantor) sebagai Dunia Usaha
    menjadi penguji Uji Kompetensi Akuntansi di SMK ? dan apakah perlu (harus) ikut Uji Sertifikasi Profesi Teknisi
    Akuntansi ?
    3. Atau apakah saya (kantor) perlu juga kerjasama dengan LSP-TA untuk dapat melakukan uji kompetensi di SMK?
    Mohon jawabannya, sekian dan terima kasih

    Salam
    Prastowo

    • Yth. Bapak Prastowo

      Mohon maaf sebelumnya baru bisa saya balas. Saya mencoba menjawab beberapa pertanyaan Bapak terkait dengan Uji Kompetensi (UKK) dan Uji Sertifikasi.
      1. Uji Sertifikasi Profesi Teknisi Akuntansi itu adalah ujian yang diselenggarakan oleh LSP -TA bekerjasama dengan BNSP untuk menguji penguasaan seseorang terhadap suatu standar kompetensi tertentu dan membuktikannya dalam sebuah sertifikat. Manfaatnya adalah 1) dapat mengukur tingkat penguasaan seseorang terhadap suatu standar kompetensi tertentu; 2) dapat menunjukkan bukti fisik dalam bentuk sertifikat mengenai suatu standar kompetensi yang telah dikusainya; 3) Meningkatkan nilai jual seseorang dalam bidang akuntansi.
      Ujian sertifikasi bagi anak-anak kami, kami ambilkan untuk level pelaksana, karena untuk siswa SMK, mereka adalah pelaksana kegiatan akuntansi mulai dari identifikasi bukti transaksi sampai pada penyajian laporan keuangan.

      2. Semua DU/ DI dapat saja menjadi penguji dalam kegiatan Uji Kompetensi Keahlian (UKK), termasuk kantor Konsultan Manajemen dan Akuntansi yang Bapak kelola, asalkan memenuhi beberapa kriteria. Kriteria untuk dapat menjadi penguji eksternal dalam UKK di Program Keahlian Keuangan-Kompetensi Keahlian Akuntansi: 1) Pendidikan minimal strata satu dalam bidang Akuntansi (ditunjukkan dalam bukti ijazah baik S1 Akuntansi ataupun S1 dibidang lain tetapi dilengkapi dengan ijazah profesi Akuntansi); 2) Telah bekerja di bidang Akuntansi minimal 5 tahun; 3) Berpengalaman menjadi penguji pada Uji Kompetensi di SMK (akan tetapi jika baru awal-awal tentu saja belum memiliki pengalaman sehingga bentuk kerjasama untuk DU/ DI yang baru akan memulai sebagai penguji eksternal dapat diawali dengan bekerja sama dalam pembimbingan prakerin (Praktik Kerja Industri) terlebih dahulu. Karena kantor Konsultan Bapak belum pernah menjadi penguji eksternal, maka sebaiknya bentuk kerjasama dengan SMK diawali dari pembimbingan prakerin terlebih dahulu. Setelah beberapa periode membimbing prakerin, hubungan sudah terjalin baik dengan sekolah, nanti dapat menjalin kerjasama yang lebih yaitu sebagai penguji eksternal kegiatan UKK. Syarat yang ke- 4) Lulus pelatihan asesor. Memang di dalam juknis terdapat syarat lulus pelatihan asesor Akuntansi, tetapi jika syarat 1, 2, 3 sudah terpenuhi, kami mengabaikan untuk syarat ke empat, akan tetapi jika ingin melengkapinya, alangkah jauh lebih baik. Bagi Bapak, kami sarankan tidak mengikuti Uji Sertifikasi Profesi Teknisi Akuntansi, tetapi mengikuti Uji Assesor Akuntansi.

      Untuk pertanyaan Bapak yang ketiga, Bapak tidak perlu melakukan kerjasama dengan LSP-TA, cukup mengawali hubungan dengan menjadi DU/ DI yang membimbing prakerin kemudian setelah beberapa periode pembimbingan, dapat meningkatkan bentuk kerjasama dalam hal yang lebih yaitu sebagai penguji eksternal UKK (lihat keempat syarat penguji eksternal).

      Demikian penjelasan dari saya, semoga dapat membantu Bapak Prastowo. Apabila masih ada hal-hal lain yang dapat saya bantu, mohon jangan sungkan untuk mengirim testimoni kembali.

      Terima kasih,
      Hormat saya
      Rakhma

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s